Journaloos.co — PALEMBANG — MAN 3 Kota Palembang menghadirkan cara berbeda dalam menyuarakan kampanye antiperundungan melalui pentas drama bertema *Stop Bullying* di Lapangan Basket MAN 3 Kota Palembang, Jumat (7/8/2026). Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 06.40 WIB sebelum proses belajar mengajar itu disaksikan seluruh civitas akademika madrasah. Melalui seni pertunjukan, pesan tentang pentingnya menghormati, melindungi, dan menghargai sesama disampaikan secara lebih dekat dengan kehidupan murid.
Kampanye tersebut menjadi bagian dari upaya MAN 3 Kota Palembang membangun lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman bagi seluruh warga madrasah. Alih-alih hanya menyampaikan pesan melalui nasihat atau ceramah, persoalan bullying dihadirkan dalam sebuah drama singkat agar murid dapat melihat situasi perundungan dari berbagai sudut pandang. Penonton diajak memahami bagaimana tindakan yang dianggap sederhana dapat memberikan dampak kepada orang lain.
Kepala MAN 3 Kota Palembang, Dra. Nuraini Farida, M.Si., turut menegaskan bahwa kampanye antiperundungan sejalan dengan nilai-nilai yang harus tumbuh dalam kehidupan madrasah. Pendidikan, menurut pesan yang disampaikannya, tidak berhenti pada pencapaian akademik, tetapi juga menyangkut bagaimana murid belajar menghargai dan memperlakukan orang lain dengan baik. Momentum tersebut sekaligus menjadi pengingat bersama bahwa madrasah harus menjadi ruang tempat setiap murid merasa dihargai.
Pentas drama dipilih karena pesan mengenai bullying dinilai akan lebih mudah dipahami ketika murid tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga menyaksikan gambaran situasi yang mungkin terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Melalui adegan yang ditampilkan, murid diajak mengenali posisi korban, pelaku, maupun orang yang menyaksikan perundungan. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membuat pesan antiperundungan tidak berhenti sebagai slogan, melainkan menjadi bahan refleksi dalam bersikap dan berinteraksi.
Kegiatan ini juga diarahkan untuk menumbuhkan keberanian murid agar tidak hanya menjadi *bystander* ketika melihat perundungan terjadi. Mereka didorong menjadi *upstander*, yakni pihak yang berani mengambil sikap positif, memberikan dukungan kepada korban, serta menyampaikan kejadian kepada pihak yang dapat membantu. Dengan demikian, upaya menciptakan lingkungan madrasah yang aman tidak hanya menjadi tanggung jawab guru atau pimpinan madrasah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh warga MAN 3 Kota Palembang.
Di sisi lain, pentas tersebut memberi ruang bagi murid untuk mengembangkan kemampuan berekspresi melalui seni peran. Keberanian tampil di hadapan warga madrasah, kemampuan menyampaikan pesan, serta kreativitas dalam mengemas kampanye sosial menjadi bagian dari pengalaman belajar yang diperoleh melalui kegiatan tersebut. MAN 3 Kota Palembang memanfaatkan ruang pendidikan di luar kelas untuk menghubungkan pengembangan bakat murid dengan pembentukan karakter dan kepedulian sosial.
Nuraini Farida mengingatkan bahwa menghargai dan menyayangi sesama merupakan bagian dari nilai yang diajarkan dalam Islam. “Islam mengajarkan kita untuk saling menghormati dan menyayangi. Bullying adalah bentuk dzalim. Lewat kampanye drama hari ini, mari kita belajar bersama bahwa setiap anak istimewa dengan caranya sendiri,” ujar Kepala MAN 3 Kota Palembang, Dra. Nuraini Farida, M.Si.
Ia melanjutkan pesan tersebut dengan menekankan bagaimana setiap warga madrasah seharusnya memperlakukan orang lain. “Tugas kita bukan menjatuhkan, tapi mengangkat. Tugas kita bukan melukai, tapi memuliakan,” tegasnya. Pesan itu menjadi penekanan bahwa pencegahan perundungan tidak cukup melalui aturan, tetapi perlu diwujudkan dalam kebiasaan saling menjaga, menghormati, dan menunjukkan empati dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kampanye *Stop Bullying* berbasis pentas drama ini, MAN 3 Kota Palembang mendorong terciptanya budaya madrasah yang tidak memberi ruang bagi tindakan merendahkan, menyakiti, maupun mengucilkan orang lain. Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pendidikan karakter dapat disampaikan melalui pendekatan kreatif yang melibatkan murid secara langsung. Dari lapangan madrasah, pesan sederhana itu ditegaskan kembali kepada seluruh warga MAN 3 Kota Palembang: setiap murid berhak belajar, bertumbuh, dan menjadi dirinya sendiri dalam lingkungan yang aman, nyaman, serta saling memuliakan.












